
“PRINT & PRESENT”
Pameran Pemenang 3rd JIMB dan Presentasi TERAS Print Studio
Seniman:
Antoni Kowalski, Eve Eesmaa, Maja Zemunik, Giri Dwinanto, Silvana Martignoni, Thamrongsak Nimanussarnkul, Angga Sukma Permana, Ariswan Adhitama, Dodi Irwandi, Reno Megy Setiawan, Rizal Eka Pramana, Syahrizal Pahlevi dan Windi Delta
Kurator: Teras Print Studio
Penulis: Syahrizal Pahlevi
Pembukaan: Jumat, 17 Oktober 2019, pukul 17:00
Dibuka oleh: Edy Sunaryo
Tanggal Pameran: 17 Oktober - 17 November 2019
Tempat: Langgeng Art Foundation (LAF), jl, Suryodiningratan 37 A, Mantrijeron, Yogyakarta 55141
Jam buka: Senin - Sabtu, pukul 11:00 - 19:00
Website: www.langgengfoundation.org , https://jogjaminiprint.weebly.com/
Kontak: Nila
Deskripsi:
PRINT & PRESENT adalah pameran bersama oleh 6 pemenang even 3rd JIMB (Jogja International Miniprint Biennale) 2018 lalu dan 7 seniman Yogyakarta. 7 seniman Yogyakarta ini adalah para pegrafis yang dianggap banyak berkontribusi terhadap aktifitas TERAS Print Studio selama ini.
Pameran akan menampilkan 80 lebih karya grafis berbagai teknik cetak di atas kertas dengan ukuran mini (ukuran gambar tidak lebih dari 20 cm x 20 cm) dan 14 karya grafis berbagai teknik dengan bermacam material tidak hanya dicetak di atas kertas dan ukuran bervariasi dari ukuran kecil sampai besar.
Pameran kali ini juga sebagai sounding menuju pelaksanaan 4th JIMB 2020 yang rencananya akan diselenggarakan bulan November 2010 di tempat yang belum ditentukan. Akan ada rotasi juri baru yang akan mendiskusikan tema apa yang akan diusung untuk ditawarkan pada para calon peserta nantinya. Pola pencarian peserta tetap melalui sistim undangan terbuka dimana akan dipilih para finalis yang karyanya akan dipemerakan sekaligus memilih minimal 3 pemenang terbaik (Best Work) dan 3 pemenag unggulan (Excellent Work).
Acara akan dimeriahkan dengan workshop 7 teknik grafis oleh 7 seniman Yogyakarta di LAF dan demo teknik oleh seniman Eve Eesmaa dari Estonia di Miracle Prints. Selain itu akan ada bazar karya-karya grafis dari Miracle Prints.
Acara ini terselenggara atas kerjasama Langgeng Art Foundation dengan TERAS Print Studio dan Miracle Prints.
Para pemenang 3rd JIMB adalah:
- Antoni Kowalski/Polandia (pemenang Best Work 3rd JIMB)
- Eve Eesmaa/Estonia (pemenang Best Work 3rd JIMB)
- Maja Zemunik/Kroasia (pemenang Best Work 3rd JIMB)
- Giri Dwinanto/Indonesia (pemenang Excellent Work 3rd JIMB)
- Silvana Martignoni/Italia (pemenang Excellent Work 3rd JIMB)
- Thamrongsak Nimanussarnkul/Thailand (pemenang Excellent Work 3rd JIMB)
Dan 7 seniman Yogyakarta Presentasi TERAS Print Studio:
- Angga Sukma Permana
- Ariswan Adhitama
- Dodi Irwandi
- Reno Megy setiawan
- Rizal Eka Pramana
- Syahrizal Pahlevi
- Windi Delta
Workshop seni grafis (info detail dan tanggal menyusul):
Tempat: LAF
Biaya pengganti material: Rp. 100.000 setiap peserta/workshop.
Peserta membawa pulang hasil workshop dan mendapat sertifikat.
- Monotype bersama Rizal Eka Pramana
- Woodcut Satu Pelat bersama Reno Megy Setiawan
- Woodcut Multi Pelat bersama Ariswan Adhitama
- Woodcut Reduksi bersama Angga Sukma Permana
- Collagraph bersama Windi Delta
- Drypoint bersama Dodi Irwandi
- Moku Hanga bersama Syahrizal Pahlevi
PRINT & PRESENT
PRINT & PRESENT adalah pameran bersama oleh 6 pemenang even 3rd JIMB 2018 lalu dan penampilan khusus 7 seniman Yogyakarta yang selama ini banyak berkontribusi terhadap aktifitas TERAS Print Studio. Pameran ini dapat juga dimaknai sebagai ‘persembahan’ insan grafis kepada para pencinta seni yang setia mengikuti melalui dinamika karya-karya cetaknya.
Perhelatan 3rd Jogja International Miniprint Biennale (JIMB) 2018 lalu di Museum dan Tanah Liat (MDTL) Yogyakarta yang membawakan tema ‘Messages From The Matrix’ memamerkan 117 karya dari 65 finalis (50 seniman internasional dan 15 seniman dalam negeri). Dari karya-karya finalis tersebut juri pada waktu itu yang diketuai oleh Sudjud Dartanto dengan juri anggota Malcolm Smith dan Deni Rahman kemudian memilih 3 pemenang utama (Best Work) yaitu Antoni Kowalski dari Polandia, Eve Eesmaa dari Estonia dan Maja Zemunik dari Kroasia. Kemudia ada lagi 3 pemenang unggulan (Excellent Work) yang diraih oleh Giri Dwinanto dari Indonesia, Silvana Martignoni dari Italia dan Thamrongsak Nimanussarnkul dari Thailand.
Sebagaimana dalam dua kali pelaksanaan bienal sebelumnya TERAS Print Studio selaku panitia menyelenggarakan pameran grup para pemenang JIMB dengan karya-karya baru yang dikirm khusus oleh para senimannya di tahun berikutnya. Jika dalam dua pameran bersama sebelumnya hanya dipamerkan karya-karya dari 3 pemenang utama (Pameran 33 Prints di Studio Kriya, Komplek JNM, 2015 dan pameran Jogja Editions di Sangkring Art Project, 2017), maka dalam pameran kali ini ikut dipamerkan pula karya-karya dari 3 pemenang unggulan sehingga total ada 6 pemenang yang memamerkan karya-karyanya berjumlah lebih dari 80 karya mini print dengan berbagai teknik dicetak di atas kertas berukuran gambar tidak lebih dari 20 cm x 20 cm. Penampilan karya-karya pemenang ini kali ini disertai oleh penampilankarya-karya print yang lebih kontemporer karena tidak terikat media cetak dari 7 seniman Yogyakarta sebagai pameran penyerta.
Dalam pameran grup ini karya-karya dari 6 pemenang JIMB 2018 rata-rata berukuran bidang cetak tidak lebih dari 20x20 cm. Ini adalah serupa dengan ukuran bidang cetak yang dipersyaratkan oleh JIMB sejak pelaksanaan pertama tahun 2014 ketika itu masih bernama JMB. Penyelenggara sengaja membatasi ukuran karya dari 6 pemenang untuk kebutuhan pameran bersama ini semata demi alasan ekonomis mengingat jika mereka mengirimkan karya dalam ukuran yang lain atau lebih besar akan cukup menyulitkan kesiapan penyelenggara. Sementara karya-karya dari 7 seniman TERAS yang kesemuanya tinggal di Yogyakarta oleh penyelenggara dibebaskan untuk menyertakan karyanya dalam pameran ini. Rata-rata setiap seniman menampilkan 2 judul karya dalam media cetak dan ukuran yang cenderung besar. Salah satu karya para seniman dicetak diatas kertas sebagaimana lazimnya karya-karya grafis dan satu lainnya kebanyakan mencetak diatas media selain kertas yaitu kain, kanvas dan lain-lain.keputusan ini untuk menunjukkan bahwa dalam seni grafis sesungguhnya para seniman bekerja uang alik antara memanfaatkan media konvensional dan merambah ke media-media non konvensional. Karena memang praktik seni grafis baik di dalam negeri maupun di luar negeri seperti inilah. Ada pegrafis yang bekerja melulu dalam frame seni grafis konvensional (dicetak diatas kertas) dan ada yang bekerja diluarnya (mencetak diatas media selain kertas). Ada juga pegrafis yang bekerja dikeduanya baik secara ukang alik ataupun bekerja secara per periode. Diluar pola tersebut masih ada pegrafis atau bukan pegrafis yang bekerja sekedar menfaatkan teknik seni grafis dan karya-karyanya cenderung tidak lagi dikaitkan dengan seni grafis. Teras menampilkan semua ini untuk menunjukkan bahwa inilah kondisi yang terjadi dalam media ini. Ini adalah hal yang lumrah saja.
Pameran kali ini juga dimaksudkan sebagai promosi menuju pelaksanaan 4th JIMB yang rencananya akan diselenggarakan bulan November 2020 di tempat yang belum ditentukan. Akan ada rotasi juri baru yang akan mendiskusikan tema apa yang akan diusung untuk ditawarkan pada para calon peserta nantinya. Pola pencarian peserta tetap melalui sistim undangan terbuka dimana akan dipilih para finalis yang karyanya akan dipemerkan sekaligus memilih minimal 3 pemenang terbaik (Best Work) dan 3 pemenang unggulan (Excellent Work). Direncanakan akan ada penghargaan khusus kategori seniman nasional yang berpartisipasi. Semoga terwujud.
Syahrizal Pahlevi
Teras Print Studio
Print & Present; Membaca Seni Grafis Kini Di dalam dunia seni, Grafis memiliki sejarah dan arah yang berbeda. Sejak jaman Renaissance, seni cetak-mencetak memungkinkan seniman untuk menyebarluaskan ide dan karya mereka dengan cara yang mudah ke berbagai tempat, hal tersebut bisa diwujudkan karena kapasitas seni grafis menghasilkan alternatif dalam penciptaan gambar dalam jumlah lipat ganda. Kapasitas ini membuat grafis bisa menjalin komunikasi dengan ruang dan masyarakat yang lebih luas. Seperti pada pameran kali ini, Print & Present. Pameran Print & Present sebagai bagian dari Jogja International Miniprint Biennale (JIMB) ke-3 menjadi sebuah bukti nyata atas bagaimana seni grafis memperbincangkan dirinya sambil unjuk karya material dalam lintas geografis. Pameran ini dikhususkan bagi ke 6 (enam) pemenang 3rd JIMB yang berasal dari berbagai negara. Tdak hanya itu, pameran ini juga menghadirkan 7 seniman grafis terpilih Yogyakarta. Ke-7 seniman ini adalah mereka para pegrafis yang juga aktif dalam menghidupkan Ruang Teras Print Studio, sebagai sebuah ruang bertumbuh dan berkarya seni grafis yang ada di Yogyakarta. Seni grafis dalam perspektif seni rupa kontemporer sampai sekarang terus menerus diuji, karena batas seni grafis yang sangat lentur untuk digabungkan, dilintasi, dikaburkan, dipekatkan dengan berbagai medium. Sejarah seni grafis kontemporer sebenarnya cukup mengairahkan, apalagi, belum lama ini seni grafis dianggap sebagai disiplin ilmu alkamia. Perkembangan sejarah seni grafis mulai dari yang tradisional hingga kini, melintasi penampilan bentuknya mulai dari yang pop hingga sebagai sebuah cara produksi saja. Menghubungkan dengan Pameran ini, Print & Present. Seni grafis dan kini, apa itu seni grafis kontemporer? Sebagai sebuah ruang yang turut urun dalam perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia, bagi Langgeng Art Foundation, pertanyaan ini sebenarnya terasa hidup pada pameran ini untuk menunjuk dan menjawab perkembangan seni grafis kontemporer di Indonesia. Pada Pameran ini kita bersama diajak untuk melihat kembali sekaligus sadar bahwa teknik seni grafis tradisional berkembang dengan turunan pendekatan kreatif baru, batas-batas persepsi seni grafis berkembang sebagai respons terhadap dunia digital dan dunia seni rupa kontemporer. Lantas, apakah konsep tradisional seni grafis kehilangan relevansinya? Melihat karya-karya di pameran ini, melihat bagaimana teman-teman di Teras Print, Miracle Studio, dan seniman grafis lainnya khususnya di Yogyakarta, dimana seniman grafis terus menggerakkan penciptaan artisitik, media, proses dan membangun konsep dan hubungan seni grafis terus bertumbuh. Membanjirnya teknologi digital dalam produksi seni kontemporer malah justru memberikan arus balik, kecenderungan “sadar akan asal” yang membawa kembalinya kesadaran akan prinsip-prinsip asli dalam penciptaan media grafis. Oleh sebab itu pameran ini juga dirangkai dengan program edukasi publik berupa workshop berbagai teknik grafis. Print & Present tidak hanya berhenti pada bagaimana seni grafis hadir sebagai bentuk, tapi juga hadir sebagai pertukaran wacana sebagai bagian dari perkembangan seni grafis sekaligus seni rupa kontemporer terkini. Citra Pratiwi_Langgeng Art Foundation

katalog_p_p_laf.pdf |